aku seorang gadis muslimah terjaga dan mulia
suci dan menyandang rasa malu
terhormat di tengah-tengah manusia
dengan agama dan akhlak serta iffahku yang teguh
aku raih segala kehormatan
aku berjalan ke depan di atas petunjuk Islam
tuntunan kitab yang luhur aku selalu menetapinya
agama telah melarang tabarruj yang buruk
aku bangga dengan jilbab
aku jalani dengan penuh kesenangan
aku memiliki teladan sepanjang masa
yakni para ibunda kaum mukminin
wanita-wanita sholihat di setiap masa
aku telah menuntut ilmu
sebagai petunjuk hidup dan kepahaman
esok hari aku akan menjadi ibu
akan ku bangun kehidupan yang berharga
aku ajari generasi-generasi muda
aku tukbuhkan pahlawan-pahlawan
aku bangkitkan cita-cita
yang terwujud dalam umatku
Gadis Muslimah, disadur dari "Saat Jilbab Terasa Berat"
Vote Me, Please! :)
http://forum.detik.com/hh-2012-yesi-hendriani-supartoyo-boho-vintage-catchy-t476144.html?p=19137696
Mengenai Saya
- Yesi Hendriani Supartoyo
- keturunan jawa asli yg numpang lahir dan numpang gede di MANADO, seorang anak gadis, seorang kakak, seorang cumlauder, seorang sarjana pertanian, seorang magister sains, seorang calon istri
Jumat, 03 Agustus 2012
World Muslimah Beauty, VOTE ME!
kesucian dalam genggamanku
aku jaga kemuliaan jilbabku
dengan keterjagaanku, aku mengungguli orang-orang sebayaku
dan dengan pikiran jenius dan tabiat kritis
sempurna sudah adabku
adab dan jenjang studiku tidak merugikan diriku
selain aku menjadi kembang orang-orang berakal
rasa maluku tidak menghalangiku meraih kemuliaan
tidak pula juntaian kerudung di kepalaku dan cadarku
(Kesucian dalam Genggamanku)
disadur dari "Saat Jilbab Terasa Berat"
Vote me, please :)
http://worldmuslimah.com/event/?p=1410
aku jaga kemuliaan jilbabku
dengan keterjagaanku, aku mengungguli orang-orang sebayaku
dan dengan pikiran jenius dan tabiat kritis
sempurna sudah adabku
adab dan jenjang studiku tidak merugikan diriku
selain aku menjadi kembang orang-orang berakal
rasa maluku tidak menghalangiku meraih kemuliaan
tidak pula juntaian kerudung di kepalaku dan cadarku
(Kesucian dalam Genggamanku)
disadur dari "Saat Jilbab Terasa Berat"
Vote me, please :)
http://worldmuslimah.com/event/?p=1410
Pilih Bersama Keluarga
Siang itu, Sabtu 14 Juli, saya diundang untuk menghadiri suatu kegiatan berkaitan dengan pemberantasan korupsi hasil kerjasama Lingkar Cendekia dan KPK bertempat di aula TVRI. Suguhan pembacaan puisi, nonton bareng dan teatrikal sungguh memanjakan hadirin yang berkesempatan hadir pada saat itu. Sepulang dari hajatan tersebut, saya berkesempatan diwawancara kaitan dengan penyambutan bulan Ramadhan, berikut cuplikan beritanya yang berhasil saya rangkum dari tribunmanado online.
Umat muslim sedang mempersiapkan diri menjelang bulan puasa. Berbagai persiapan telah dilakukan mulai dari kesiapan fisik, hati dan pikiran. Namun setiap orang memiliki caranya masing-masing dalam menyambut bulan puasa. Bagaimana dengan wanita berparas ayu, Yesi Hendriani Supartoyo?
Menurutnya, bulan puasa adalah bulan penuh berkah yang memiliki makna tersendiri baginya. Sehingga patut dilakukan dengan baik.
“Bulan puasa ini khan hanya dilakukan setahun sekali, dan sudah menjadi keawajiban bagi setiap umat muslim untuk melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadhan ini, ” kata wanita kelahiran Manado, 11 Oktober 1989
Penyuka bakso ini mengatakan, bulan puasa adalah moment yang paling tepat untuk lebih mendekatkan diri dengan sang pencipta, melalui ibadah dan perbuatan baik kepada sesama.
“Di bulan puasa ini, saya diajarkan untuk bisa menahan hawa nafsu dan keinginan daging, dengan menahan lapar dan dahaga serta melakukan perbuatan yang berkenan kepada Tuhan. Ini merupakan suatu bentuk ketaatan kita sebagai umat yang beriman kepada Tuhan, ” ujar wanita cantik yang akrab disapa Echi ini kepada Tribun Manado, Sabtu (14/7)
Yesi yang bercita-cita menjadi seorang pemimpin ini mengaku, sudah melakukan berbagai persiapan menjelang puasa, agar bisa berjalan lancar tanpa adanya kendala. “Saya selalu berusaha untuk melakukan puasa penuh, dan untuk mencapainya saya sudah mempersiapkannya mulai dari beberapa waktu lalu yaitu dengan menjaga kesehatan fisik, mengonsumsi makanan yang bergizi dan minum vitamin, agar ibadah puasanya bisa dilaksankan dengan baik, ” ungkapnya.
Bicara soal pengalamannya berbuka puasa, wanita yang fasih berbahasa inggris ini memiliki cerita tersendiri. Ia akan secepatnya pulang ke rumah pada saat menjelang buka puasa. “Meskipun saya sibuk beraktivitas di luar rumah, saya selalu berusaha untuk bisa menyempatkan diri berbuka puasa di rumah bersama keluarga. karena suasana dan makna kebersamaan dalam keluarga itu lebih terasa, ” kata Echi yang hobi membaca dan browsing.
Warga Malendeng ini menjelaskan, bukan hanya fisik saja yang dipersiapkan dalam melewati bulan puasa, namun hati dan pikiran juga merupakan hal yang penting, agar ibadah yang dilakukan tidak berlalu dengan sia-sia, namun dapat memberikan dampak positif bagi pribadinya.
“Saya berusaha untuk menjaga hati dan pikiran, dengan cara fokus kepada Tuhan dan tidak mudah tergoda dengan berbagai hal yang dapat membuat puasa saya batal, ” jelas Echi yang memiliki motto always try to do the best.
Minggu, 03 Juni 2012
Tebar Baca Novel Negeri Lima Menara
TRIBUNMANADO.CO.ID -Rasanya
bila hanya menonton layar lebar
Negeri 5 Menara kurang asik bila
kita belum membaca dalam bentuk
novelnya. Buku karangan seorang
jurnalis ini membawa pesan yang inspiratif bagi para
jongers (berjiwamuda) di Tanah Air Republik
Indonesia. Sebagai panggilan, jongfajar Klub
memberikan progam Tebar Baca, satu buah buku
yang dapat dibaca secara cuma-cuma oleh khalayak
luas.
Head Eksekutif Tebar Baca, Yesi Hendriani Supartoyo
menuturkan, bukunya cocok dibaca oleh siapa saja,
tidak terbatas pada umur tertentu karena memang
bukunya berjenis edukasi, yang memiliki mimpi tinggi
yang suatu saat akan terwujudkan.
"Kemana impian membawa? Tidak tahu. Yang pasti
jangan meremehkan impian walau setinggi apapun.
Tuhan sungguh Maha Mendengar," tegas perempuan
lulusan Magister Perencanaan Wilayah Universitas
Sam Ratulangi ini.
Buku persembahan Tebar Baca Jongfajar Klub ini
diharapkan mampu membawa kebaikan karena karya
ini memiliki kelebihan. Pembaca tidak akan bosan,
cerita tentang kehidupan di pondok pesantren.
Penulis menggunakan alur campuran. Memulai cerita
dengan mengambil setting Alif yang sudah bekerja,
lalu mulai masuk ke dalam ingatan-ingatan Alif akan
kehidupannya dulu di Pondok Madani. Setelah cukup
panjang menceritakan tentang pondok, ia mulai
beralih lagi ke kehidupan Alif masa sekarang.
Novel ini dapat menjadi satu pengharapan bagi
Indonesia. Jadi satu bentuk penghiburan, bahwa
masih ada orang-orang yang sungguh-sungguh rela
belajar dan mengasah diri untuk dapat memberikan
sumbangsih pada dunia, terutama pada tanah airnya
sendiri. Nah, sekarang bagi anda yang berminat ingin
menikmati buku ini, coba hubungi langsung di
nomor handphone 085240411170.
Judul buku : Negeri 5 Menara
Pengarang : A. Fuadi
Penerbit : PT Gramedia Pusat
Utama
Kota tempat terbit : Jakarta
Tahun terbit : 2009
Tebal : xiii + 423 halaman
sumber : manado.tribunnews.com/m/index.php//2012/06/03/tebar-baca-novel-negeri-lima-menara
Tebar Baca Think Big Start Small Move fast via manado(dot)tribunnews(dot)(com)
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ya
kembali lagi, jongfajarklub (JFK)
memberikan TEBAR BACA, sebuah
buku bacaan gratis berjudul Think
Big Start Small Move fast. Menurut
Head Literasi Tebar Baca, Yesi Hendriani Supartoyo,
buku ini bagian dari bahan bacaan pengembangan
diri.
"Isi bukunya bercerita mengenai mimpi. Bermimpi itu
gratis. Namun hanya dengan bermimpi tak akan
terjadi apa-apa. Untuk meraih sukses dan bisa
memberi sumbangan berarti bagi Tanah Air kita juga
harus mulai melakukan sesuatu, meski kecil-kecilan
dan bergerak cepat! Anyone?," tuturnya.
Inti sari buku bersampul hijau ini katanya, membagi
ilmu mengenai Wisdom Sharing atau Berbagi
Kebijaksanaan. "Karya bagus dari seorang Begawan
bisnis dan Founder JABABEKA yang kepanjangan dari
Kawasan Industri Terpadu, yang terbesar di Asia
Tenggara bernama S.D. Darmono," ujar Yesi.
Buku setebal 204 halaman ini terbagi dalam tiga
bagian yaitu Bagian Pertama yang berbicara "Start
Small", bagian kedua tentang " Think Big", sementara
bagian ketiga mengenai "Move Fast ". Dibuka dengan
pengantar Editor oleh Eka Budianta,berjudul "Create
Something out of Nothing".
Melihat konteks jaman terkini, bangsa ini butuh akan
orang-orang yang jeli melihat persoalan. Banyak yang
pandai membahas masalah dengan teliti, cermat, dan
mendetail, tetapi sedikit yang mampu melakukan
perubahan untuk memperbaiki keadaan. Setyono
Djuandi ( S.D.) Darmono termasuk dalam golongan
sedikit orang yang bukan saja jeli melihat masalah,
tetapi juga tangkas memanfaatkan peluang, dan cepat
membuat perbaikan, mengubah problema menjadi
opportunity, masalah menjadi peluang.
Bagi anda yang berminat membaca isi dari buku ini,
kata Yesi, caranya mudah. Tetapi anda semua harus
bersabar, karena oleh Tebar Baca jongfajarklub, baru
tersedia satu buku. Dan bagi para jongers (berjiwa
muda) yang ingin meminjam bukunya, dapat juga
langsung menghubungi di nomor handphone
085240411170. Selamat membaca, salam Grak Tuk
Kebaikan.
sumber : manado.tribunnews.com/m/index.php//2012/06/03/tebar-baca-think-big-start-small-move-fast
Kamis, 31 Mei 2012
Yesi : Tanpa Galau dan Berkeluh Kesah via tribunnews(dot)com
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sebagai kaum terpelajar, berpendidikan tinggi dari Universitas Sam Ratulangi Manado, Yesi Hendriani Supartoyo SP, M.Si, bertekad menjadi pribadi yang memiliki prinsip kuat, mampu menghadapi segala tantangan dan rintangan kehidupan. Tanggungjawabnya sebagai lulusan magister Ilmu Perencanaan Pembangunan Wilayah, perempuan kelahiran Manado ini berkomitmen,
mengimplementasikan ilmu yang telah diperolehnya
di bangku kuliahan. "Yang penting kita jangan sampai galau, apalagi berkeluh kesah dalam menjalani kehidupan ini," tuturnya kepada tribunmanado.co.id, usai dilakukan wisuda di Auditorium Unsrat, Kamis (17/5/2012). Menurutnya, dalam mengadapi persoalan itu, wajib dipecahkan, jangan sampai menyerah. Apa pun itu tantangannya, mulai dari dunia karir, status sosial, sampai pasangan hidup di hadapi secara tegar, pasti segala persoalan itu ada jalan keluar. "Supaya terus bermanfaat keseharian kita, maka kita harus menyibukan diri dalam kegiatan positif, dan selalu siap menyambut kedatangan rahasia ilahi, yango belum kita ketahui," tutur Yesi, yang merupakan penggagas Tebar Baca di komunitas Jongfajar ini.
Sebagai pegangan dalam menjalani keseharian, perempuan yang menyukai makanan bakso ini selalu melakukan hal-hal yang cemerlang seperti tidak dengan galau, apalagi berkeluh kesah dan mampu bertindak think big, start small, move fast calm down. "Saya menekankan pada jurus duit harus beraksi. Yang saya maksud duit itu adalah kepanjangan dari doa usaha ikhtiar tawakal," tegas Yesi. Tetapi imbuhnya, jalan nasib sesorang itu berbeda-beda, satu dengan yang lainnya ada perbedaan.
Karena perbedaan inilah maka menjadi sebuah rahmat yang mampu menjadi kebaikan dan keberkahan. Adanya perbedaan bisa saling melengkapi. "Jalan hidup tiap orang itu berbeda-beda. Tapi sih muaranya sama yaitu tujuan untuk mencapai
kesejahteraan lahir batin," kata Yesi, dara keturunan Jepara ini. (bdi)
sumber : manado.tribunnews.com/m/index.php//2012/05/17/yesi-tanpa-galau-dan-berkeluh-kesah
IPL RS Unsrat Mengkhawatirkan via beritamanado(dot)com
MANADO – Meski berdiri tanpa memiliki AMDAL, pembangunan Rumah Sakit (RS) Unsrat terus dilakukan. Hal ini menuai kritikan dari pemerhati lingkungan, Yesi Hendriani Supartoyo SP, salah seorang pemerhati lingkungan. Kepada beritamanado, Yesi mengatakan bahwa pembangunan rumah-sakit tanpa mengedepankan AMDAL seharusnya tidak dapat diteruskan. Hal lain yang dikhawatirkan yaitu kondisi Instalasi Pengolahan Limbah ( IPL) yang akan dibangun.“IPLnya nanti pengolahannya gimana? Pastinya akan berdampak buruk bagi warga civitas akademika Unsrat di Fakultas Pertanian yang letaknya bersebelahan,” ujar Yesi. (mois)
sumber : beritamanado.com/kota-manado/ipl-rs-unsrat-mengkhawatirkan/25832/
Langganan:
Postingan (Atom)